Minggu, 29 Juni 2008

Tumor Kulit

Kelainan tumor kulit sering kali timbul tidak disadari penderitanya. Kelainan tumor kulit dapat terjadi pada hampir semua usia. Kejadian tumor kulit semakin meningkat dengan bertambahnya usia. Tumor kulit umumnya timbul pada kulit yang sebelumnya sudah terdapat kelainan kulit, namun dapat juga timbul pada kulit yang sehat.

Penyebab tumor kulit melibatkan banyak hal. Beberapa hal tersebut disebut faktor predisposisi, antara lain meliputi: radiasi sinar ultraviolet (UVB), radiasi sinar X, bahan kimia karsinogenik (arsen, cobalt, jelaga, coal tar), virus (HPV, HSV), kelainan genetik (sindrom Gorlin, Xeroderma pigmentosum), turunnya imunitas, dll ( luka kronis, jaringan parut, luka bakar, dsb).

Secara garis besar, tumor kulit dibagi menjadi tiga, yaitu: tumor jinak kulit, tumor ganas kulit/kanker kulit, dan kelainan kulit prakanker tumor jinak kulit merupakan pertumbuhan jaringan abnormal pada kulit yang dapat meskipun tidak membahayakan jiwa penderitanya, kelainan ini dapat memperburuk penampilan penderitanya. Sedangkan Tumor ganas kulit merupakan tumor yang bersifat ganas dan dapat membahayakan jiwa penderitanya. Kelainan kulit prakanker merupakan kelainan pada kulit tanpa tanda ganas, namun dalam perkembangannya dapat menjadi keganasan pada kulit / kanker.

Tumor jinak kulit antara lain: keratosis seboroik, keratosis solaris, milium, dan moluskum kontagiosum. Tumar ganas kulit antara lain tumor ganas dari: epitel (KSB, KSS, Ca kelenjar keringat, Ca kelenjar ekrin), melanosit (MM), jaringan lunak (fibrosarkoma, liposarkoma), saraf tepi (schwanoma maligna), limfoid (mikosis fungoides), pembuluh darah (sarkoma kaposi), limfe (limfosarkoma). Sedangkan kelainan kulit prakanker meliputi kelainan prakanker obligat dan fakultatif.

Pencegahan tumor kulit, antara lain dengan menghindari faktor predisposisi terhadap tumor kulit tersebut. Pengobatan sedini mungkin terhadap kelainan tumor kulit emberikan hasil yang lebih baik dibanding pengobatan tumor kulit yang sudah lama. Pengobatan yang dilakukan terhadap tumor kulit adalah sesuai dengan jenis tumor kulit tersebut dan stadium klinisnya. Pengobatan antara lain dengan bedah kulit, elektrokauter, ekspresi, obat suntik, obat minum atau salep.

Dr. Hiendarto, Sp KK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
KLINIK MEDITAMA

Peeling

Peeling adalah suatu metode perawatan kulit yang bertujuan untuk meremajakan kulit dengan jalan mengelupas bagian atas kulit (kulit ari) yang telah mati. Perawatan kulit dengan metode peeling ini, meskipun dilakukan pengelupasan kulit bagian atas yang telah mati tidak akan mengakibatkan kulit menjadi tipis, karena larutan yang digunakan dalam peeling ini juga dapat menstimulasi pertumbuhan kulit.

Manfaat perawatan kulit dengan metode peeling ini, disamping dapat untuk meremajakan kulit, juga berguna untuk : mengurangi / menghilangkan keriput pada kulit, mengencangkan kulit (kulit menjadi lebih kencang/tidak kendur dan lebih kenyal), mengurangi/menghilangkan flek (bercak) kehitaman pada kulit (seperti misalnya pada melasma, spruteng, flek bekas jerawat, dll), memutihkan / mencerahkan kulit.

Cara/Metode perawatan kulit dengan peeling umumnya dilakukan oleh dokter spesialis kulit. Terdapat berbagai teknik peeling yang aplikasinya disesuaikan dengan kondisi klinis kulit pasien. Secara umum teknik peeling dikerjakan dengan pengolesan larutan peeling pada kulit, yang dilanjutkan dengan pemberian krim nutrisi untuk kulit.

Kapan dilakukan peeling umumnya dapat dimulai sejak usia remaja. Terutama dilakukan pada usia dewasa muda, karena pada usia ini dapat mulai timbul berbagai gejala penuaan dini. Peeling seyogyanya dilakukan setiap sebulan sekali (atau setiap 4-6 minggu). Peeling yang kurang atau lebih dari waktu tersebut hasilnya menjadi kurang optimal.

Perawatan setelah peeling umumnya dilakukan dengan jalan pemberian krim nutrisi tiap malam selama tiga hari. Setelah krim nutrisi berhenti perawatan kulit dilanjutkan dengan pemakaian krim malam. Selama perawatan kulit, tiap hari dianjurkan memakai krim pagi.

Apakah yang perlu diperhatikan pada perawatan kulit dengan peeling? Pada perawatan dengan peeling, sebaiknya tiga hari sebelum dilakukan peeling menghentikan pemakaian krim malam. Namun pemakaian krim pagi tetap dilakukan seperti biasanya. Setelah peeling apabila terjadi keluhan (iritasi, kemerahan, flek bertambah, kulit mengelupas terlalu banyak) secepatnya hubungi dokter kulit, agar dapat dilakukan penanganan dengan tepat.

Dr. Hiendarto, Sp KK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
KLINIK MEDITAMA

Permasalahan Kulit Kering pada Ruangan ber-AC

Pada saat ini sudah banyak bangunan yang menggunakan penyejuk ruangan atau AC. Ruangan yang ber-AC dapat dijumpai di ruangan tempat kerja, di perkantoran, tempat- tempat umum hingga di perumahan. Memang kebutuhan akan ruangan yang sejuk dan dingin akhir-akhir ini semakin meningkat, karena suhu udara di luar ruangan yang makin panas dan membuat gerah.

Bekerja dalam ruangan ber-AC menjadikan kita tidak merasa gerah sehingga lebih betah berkerja. Namun demikian pada ruangan yang ber-AC umumnya memiliki tingkat kelembaban udara yang lebih rendah (udara menjadi lebih kering). Tanpa kita sadari, udara yang kering ini akan menjadikan air yang terkandung dalam kulit kita mengalami penguapan lebih banyak. Akibatnya kulit juga menjadi kering.

Kulit yang kering, bukanlah kulit yang sehat. Hal ini karena pada kulit yang kering ini mengalami rekahan-rekahan halus (bagaikan tanah sawah yang mengalami kerkeringan). Akibatnya kulit menjadi tampak kusam, bersisik dan terasa gatal.

Gatal pada kulit akan menjadikan kita menggaruk kulit yang gatal tersebut. Garukan pada kulit akan memperparah keadaan kulit, antara lain dapat menyebabkan bekas garukan dan lecet pada kulit. Kulit menjadi lebih mudah mengalami iritasi, alergi dan infeksi karena pertahanan kulit berkurang akibat permukaan kulit yang tidak utuh lagi.

Skematis:

Ruang ber-AC udara kering kulit kering kulit kusam, bersisik, gatal garukan kulit lecet mudah alergi, iritasi, dan infeksi.

Tanya jawab

Bagaimana perawatan kulit yang mengalami kekeringan pada orang yang bekerja / menghabiskan sebagian besar waktunya pada ruangan yang ber-AC?

Untuk perawatan kulit bagi orang yang banyak menghabiskan waktunya di ruangan ber-AC adalah dengan menjaga kulit selalu lembab.

Apakah menjaga kelembaban kulit ini dengan selalu membasahi kulit dengan air agar selalu basah sehingga kulit menjadi lembab?

Menjaga kelembaban kulit bukan berarti dengan selalu membasahi kulit dengan air. Apabila kulit hanya dibasahi dengan air, maka air pada permukaan kulit akan menguap, dan selanjutnya air dalam kulit juga akan menguap, sehingga kulit tetap mengalami kekeringan.

Lalu bagaimanakah caranya mempertahankan agar kulit tidak mengalami kekeringan dan selalu terjaga kelembabanya?

Untuk menjaga agar kulit tetap lembab ini diperlukan pelembab pada kulit. Kulit sebenarnya telah memiliki mekanisme perlindungan untuk menghindari kekeringan. Kulit mengeluarkan minyak dari kelenjar minyak kulit. Minyak kulit ini akan melapisi permukaan luar kulit, sehingga kandungan air dalam kulit menjadi tidak mudah mengalami penguapan. Namun demikian pada kondisi yang ekstrem, seperti dalam ruangan baer-AC, diperlukan pelembab tambahan untuk mengatasinya.


Dr. Hiendarto, Sp KK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
KLINIK MEDITAMA

Sabtu, 28 Juni 2008

Tampil Percaya Diri Tanpa Varises

Sering kita mendengar seseorang mengeluhkan tentang varises. Varises pada tungkai selain mengganggu penampilan diri, juga dapat memeberikan gejala berupa cepat capai, sakit bila berdiri lama, atau kejang pada malam hari. Disamping itu varises juga dapat mengalami komplikasi bila terus berlanjut. Varises merupakan kelainan pembuluh darah vena yang melebar dan tampak pada permukaan kulit berupa guratan pembuluh darah yang berkelok – kelok berwarna merah atau kebiruan. Varises ini terutama sering dijumpai pada tungkai di sekitar belakang lutut atau paha.
Kelainan ini sebenarnya dapat dicegah bila kita berolahraga secara teratur, melakukan latihan peregangan otot pada daerah yang dilewati oleh vena-vena tersebut. Gisi yang seimbang terutama dengan diet/makanan yang mengandung vitamin C dan vitamin B. Bila sudah terjadi varises sebaiknya segera diobati, karena apabila dibiarkan berlama-lama varises ini dapat semakin bertambah banyak. Pengobatan varises yang dapat dilakukan oleh penderita sendiri adalah dengan menggunakan bebat elastis. Penggunaan bebat elastis ini meskipun tidak dapat menghilangkan varises yang telah terjadi, bebat elastis dapat mengurangi gejala berupa cepat capai, rasa sakit bila berdiri terlalu lama, dan kejang malam hari, serta dapat memperlambat perluasan varises yang terjadi.
Teknik yang digunakan saat ini dalam penanganan varises tersebut adalah dengan menggunakan penyuntikan vena-vena yang mengalami kelainan tersebut. Vena – vena yang dapat diobati dengan teknik ini terutama adalah pada vena tungkai, vena kolateral, vena retikuler, spider vein, dan pada varises yang mengalami kekambuhan. Dengan teknik penyuntikan yang tepat sesuai diameter vena, varises ini dapat dihilangkan seketika dengan waktu singkat dan biaya terjangkau. Persiapan sebelum penyuntikan ini adalah penderita jangan menggunakan pelembab pada hari pengobatan tersebut, dan setelah pengobatan hindari kerja keras, mandi air panas pada hari pertama pengobatan tersebut. Setelah pengobatan diharuskan memakai bebat elastis selama 1 sampai 2 hari bila varisesnya kecil-kecil, atau dapat sampai 3 minggu bila varisesnya besar-besar.
Hal yang perlu diperhatikan untuk pengobatan ini adalah adanya kontraindikasi, dan komplikasi yang mungkin timbul. Kontraindikasi diantaranya: penyakit / infeksi berat, alergi sklerosan, trombosis vena dalam, infeksi lokal, imobilitas, kehamilan, berbaring terus di tempat tidur. Kontra indikasi relatif: bengkak kaki, komplikasi diabetes melitus berat (polineuropati), kondisi kesehatan yang jelek, asma bronkial, dermatitis lokal, skar. Komplikasi/risiko: alergi/biduran., kehitaman di daerah suntikan, kecoklatan sekitar vena, kerusakan saraf, ortostasis kolaps, tromboemboli, tromboplebitis.
Dr. Hiendarto, Sp KK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
KLINIK MEDITAMA

Tips-Tips Perawatan Rambut Rontok

Rambut adalah mahkota bagi setiap manusia. dan sangat menjengkelkan apabila, mahkota tersebut sedikit demi sedikit berkurang atau rontok. Karena dengan demikian keindahan mahkota kita semakin berkurang.

Demikian adalah beberapa tips untuk Perawatan rambut rontok, antara lain sebagai berikut:
- jangan menyisir/menyikat rambut ketika masih basah
- biarkan rambut kering secara diangin-anginkan
- Bila menggunakan alat pengering rambut, gunakanlah suhu yang rendah
- pilihlah sisir plastik yang lentur dan kurang rapat sela2 nya.
- bila merapikan rambut usahakan pilihlah sisir daripada sikat.
- bila diperlukan pilihlah sikat plastik dengan mata bulu sikat berujung tumpul
- hindari penggunaan jepit rambut atau karet rambut.
- ubahlah belahan rambut dan gaya rambut lebih sering
- pilihlah gaya rambut yang memiliki tarikan minimal antara rambut dan kulit kepala
- sisirlah rambut bila diperlukan saja, usahakan manipulasi rambut minimal
- hindari paparan rambut dengan angin atau matahari
- perlakukan rambut dengan lembut

Jumat, 27 Juni 2008

Bercak Putih pada Kulit.


Fungsi kulit antara lain berfungsi untuk menyatakan penampilan diri pribadi seseorang. Kelainan di kulit dapat memberi pengaruh pada mental emosional seseorang. Salah satu contoh timbulnya perubahan warna berupa hipopigmentasi (bercak putih) pada kulit. Banyak penyakit kulit yang ditandai dengan timbulnya bercak putih. Penyakit kulit dengan kelaian ini dapat berupa penyakit kulit yang ringan hingga penyakit kulit yang berbahaya. Beberapa penyakit kulit yang ditandai dengan adanya bercak putih pada kulit diantaranya: Panu, Lepra, Vitiligo, Eksem susu, Hipopigmentasi Pasca Inflamasi.

Panu disebabkan oleh jamur. Penyakit ini mudah menular, terutama pada keadaan higene dan sanitasi yang kurang baik. Panu selain ditandai oleh adanya bercak putih pada kulit juga dapat disertai rasa gatal.

Lepra pada awalnya ditandai oleh bercak putih seperti panu, penyakit ini disebabkan oleh kuman lepra. Penyakit ini menular melalui kulit dan saluran nafas. Bercak putih pada lepra biasanya mati rasa/baal. Penyakit lepra selain mengenai kulit juga dapat mengenai saraf tepi dan organ tubuh lain. Dapat disertai kiting pada jari-jari.

Vitiligo merupakan penyakit yang ditandai dengan bercak putih seperti warna kapur. Bercak ini biasanya tidak disertai keluhan lain seperti gatal/nyeri. Bercak putih ini dapat meluas, dan sering menimbulkan masalah psikososial bagi penderitanya.

Eksem susu merupakan bercak putih yang sering kali dijumpai di wajah pada anak. Bercak ini tidak disebabkan karena susu. Penyakit ini penyebabnya belum sepenuhnya diketahui.

Hipopigmentasi pasca inflamasi. Merupakan bercak putih / lebih terang pada kulit yang terjadi setelah adanya peradangan pada kulit di tempat tersebut. Peradangan dapat karena bekas penyakit kulit, bekas terbakar, bekas luka, dsb.

Disamping penyakit-penyakit tersebut diatas, masih banyak penyakit kulit yang berwujut bercak putih pada kulit, seperti: penyakit genetik/turunan, penyakit infeksi, penyakit kelamin sifilis/raja singa, pra/kanker kulit, pemakaian kosmetik/obat kulit yang salah, gangguan nutrisi, dll.
Adanya bercak putih pada kulit harus diwaspadai. Bercak putih pada kulit dapat merupakan tanda awal suatu kelainan / penyakit yang lebih serius. Pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab penyakit dan pengobatan secara dini akan memberikan hasil yang lebih baik terhadap kelainan kulit ini.
Dr. Hiendarto, Sp KK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
KLINIK MEDITAMA

Senin, 23 Juni 2008

Keringat dan Bau Badan


Keringat yang berlebihan sering mengganggu aktivitas, apalagi bila disertai dengan adanya bau badan. Bau badan sering mengganggu orang di sekitarnya karena bau yang terlalu meyengat. Bau badan yang mengganggu itu kadang-kadang tidak disadari oleh yang bersangkutan sampai ada keluarga atau kawan yang memberitahu. Sumber Bau badan dapat dari kulit atau alat tubuh yang lain. Sumber bau badan pada kulit dapat dari kelenjar keringat, kelenjar minyak, rambut, kuku, sisik kulit.
Kelenjar Keringat ada dua macam: kelenjar ekrin (kecil dan dangkal, keringat lebih encer) dan kelenjar apokrin (besar, dalam, keringat lebih kental).

Ø Lokasi kelenjar ekrin paling banyak di telapak tangan, kaki, dahi, dan ketiak. Kelenjar ini dipengaruhi saraf otonom (kolinergik). Produksi keringat ini meningkat pada aktifitas fisik, emosi, rangsang seksual. Panas yang dihasilkan akibat aktivitas dan metabolisme digunakan untuk menguapkan keringat dan mendinginkan tubuh. Bersama keringat keluar pula beberapa garan dan sisa metabolisme dari protein dan bahan makanan yang dimakan. Sisa bahan makanan seperti bawang putih, bawang merah, obat-obatan dapat di keluarkan lewat keringat menghasilkan bau yang khas. Kelainan metabolisme / penyakit tertentu dapat menimbulkan bau keringat, misal phenilketonuria (bau handuk basi).
Ø Lokasi kelenjar apokrin paling banyak di ketiak, putting susu, kelamin, saluran telinga luar. Pada pria kelenjar ini lebih besar dan banyak sehingga bau lebih tajam. Pengeluaran kelenjar keringat ini dipengaruhi oleh saraf adrenergik.
Keringat awalnya tidak bau, tetapi adanya mikroba di permukaan kulit yang menguraikan keringat dan zat yang terkandung inilah yang menyebabkan bau tidak sedap. Bulu / rambut ketiak merupakan penyebab tidak langsung timbulnya bau badan yang menyengat karena terjadinya timbunan sekresi ketiak dan bakteri.
Bau tidak normal atau berlebihan dari kulit disebut bromhidrosis atau osmohidrosis. Ada dua jenis : apokrin bromhidrosis (karena penguraian bakteri dari keringat apokrin terutama di ketiak) dan ekrin bromhidrosis (karena keringat ekrin yang berlebihan meyebabkan pelunakan lapisan keratin, keratin ini selanjutnya diuraikan bakteri sehingga timbul bau, biasanya di telapak kaki dan lipat paha).
Kelenjar minyak: dapat menimbulkan bau seperti mentega, keju atau bau tengik. Hal ini terjadi akibat peguraian sebum/minyak kulit oleh bakteri secara enzimatik.
Bau badan dari rambut, kuku dan sisik kulit, terutama karena penguraian lapisan lemak atau lapisan tanduk kulit oleh penyakit jamur atau infeksi bakteri.
Penanganan bau badan: membersihkan secara teratur dengan sabun antiseptik, mencukur bulu ketiak, menggunakan deodoran antiperspiran, menetralisir bau badan dengan parfum, pengobatan terhadap penyakit yang mendasarinya, bedah kulit, iontoforesis, injeksi botox. Cara tradisional dengan jalan mengoleskan air kapur atau remasan daun sirih atau larutan tawas setiap kali selesai mandi. Larutan/remasan daun sirih di atas biasanya dioleskan pada bagian badan yang menjadi sumber bau keringat seperti ketiak atau leher bagian belakang.

Dr. Hiendarto, SpKK
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
KLINIK MEDITAMA